Olympic

Buntut Kisruh All England 2021, Presiden BWF Dapat Ancaman Pembunuhan

Digugurkannya keikutsertaan wakil Indonesia di All England 2021 masih terasa buntutnya sampai sekarang. Bahkan sampai ada ancaman pembunuhan kepada Presiden Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), Poul Erik Hoyer Larsen.

Ancaman pembunuhan ini dibeberkan oleh Instagram resmi BWF pada Selasa 23 Maret 2021. Mereka menerima pesan dari orang yang mengaku sebagai pendukung Indonesia di All England 2020.

Masalah ini terus mengemuka sejak 17 Maret 2021. Di mana para pemain Indonesia diminta untuk segera menjalani isolasi mandiri di hotel. Keikutsertaan mereka di All England 2021 langsung digugurkan.

Penyebabnya adalah surat dari National Health Service (NHS) Inggris kepada 20 orang dari rombongan Indonesia yang ikut ke Inggris. Mereka diminta melakukan isolasi mandiri secepatnya karena satu pesawat dengan seorang yang ditemukan positif COVID-19.

Yang kemudian membuat publik Indonesia dan juga para pebulutangkis adalah sikap BWF yang tanpa toleransi. Mereka tidak diberikan waktu untuk memastikan kondisi dengan tes PCR lebih dulu.

Lagi pula mereka merasa dalam kondisi baik. Setiba di Inggris juga langsung menjalani tes PCR dan dinyatakan negatif. Mereka telah lima hari berada di penginapan dan lapangan latihan, yang otomatis berinteraksi dengan pebulutangkis lain.

Padahal ketika sehari jelang All England 2021 dimulai, ada tujuh orang yang dinyatakan positif COVID-19 dari rombongan Thailand, Denmark, dan India. Tapi BWF mau memberi mereka waktu untuk tes PCR ulang serta menunda jam bertanding.

Pemerintah Indonesia dan PBSI bereaksi keras akan hal ini. Mereka menuntut keterbukaan dari BWF untuk menjelaskan secara rinci mengapa keputusan yang merugikan Indonesia diambil.

Akun media sosial BWF dan All England tak bisa mengelak dari serangan komentar publik Indonesi. Berhari-hari mereka mendapatkan kritik tajam.

Belakangan BWF menyampaikan permohonan maaf. Mereka berikirim surat kepada pihak Indonesia. Tapi bagi Marcus Fernaldi Gideon hal itu tidaklah cukup.

“Menurut saya, harusnya masalah ini diperjelas ya, karena pertandingan menuju Olimpiade semakin sedikit. Takutnya nanti ada apa-apa di jalan, BWF lepas tangan lagi seperti ini. Kami maunya ada pertanggungjawabannya tidak hanya melalui surat,” tegas Marcus dikutip situs resmi PBSI.

Marcus merupakan salah satu pebulutangkis Indonesia yang terlihat kecewa berat dengan keputusan BWF. Pasangan ganda putra dari Kevin Sanjaya Sukamuljo itu dalam beberapa kesempatan mengungkapkan rasa kesal melalui Instagram.

Rasa tak puas juga ditunjukkan oleh Greysia Polii. Ganda putri yang berpasangan dengan Apriyani Rahayu masih tak terima dengan perlakuan BWF kepada tim Indonesia.

“Yang masih missing point itu pertanggungjawabannya. Kami sebagai orang yang ke sana (Inggris), berstatus orang asing, NHS punya aturan yang harus kami turuti. Tapi, BWF itu sebagai pelindung kami, sebagai atlet dan aset mereka, harus lebih bertanggung jawab dalam menangani respons seperti tindakan langsung dari hall ke hotel,” kata Greysia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button