Sepakbola

Erick Thohir Sampaikan Dukungan Pemerintah di Pembukaan Liga 1

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir hadir sebagai wakil pemerintah dalam pembukaan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Jumat 27 Juli 2021. Dia turut memberi kata sambutan.

Erick menekankan betapa pentingnya sepakbola Indonesia bisa bergulir kembali. Menurut dia, pandemi COVID-19 tidak boleh jadi penghalang industri olahraga bangkit.

Baca juga: Harga Bola Liga 1 Produksi Specs, Illuzion II MADA

Karena dalam industri sepakbola, banyak orang yang menggantungkan hidupnya. Mereka mencari nafkah di sana, sehingga tidak boleh sepakbola Indonesia mati suri terlalu lama.

“Dalam industri olahraga ada perputaran uang. Makanya industri olahraga harus kembali bangkit,” kata Erick.

“Dalam sepakbola ada banyak pihak yang terlibat, ada pedagang jersey, pemain, dan ofisial. Jadi tidak boleh mati suri terlalu lama,” imbuhnya.

Erick Thohir mengambil contoh bagaimana Olimpiade Tokyo 2020 bisa berjalan dengan lancar. Menurut dia, kunci dari semua itu adalah penerapan protokol kesehatan.

“Kita sudah saksikan Olimpiade Tokyo 2020 bisa dijalankan. Jadi saya yakin, kuncinya dengan protokol kesehatan yang ketat,” tutur Erick.

“Dan dengan dukungan pemerintah, Insyaallah bisa berjalan dengan lancar. Kuncinya prokes!” tegasnya.

Baca Juga: Harga Jersey Timnas Futsal Indonesia, Lengkap!

Liga 1 terakhir kali bergulir pada Maret 2020. Ketika itu tingkat penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia terus meninggi, sehingga membuat PSSI dan PT Liga Indonesia menghentikan sementara.

Sempat muncul gagasan untuk kembali menggulirkan sepakbola nasional. Tapi mereka kerap terhalang dengan tren pandemi yang meningkat.

Baru sekarang sepakbola Indonesia kembali bergairah. Seperti yang dikatakan oleh Erick, pemerintah senantiasa mendukung tapi protokol kesehatan tetap harus dijaga.

Sumber foto: satuina

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button