Olympic

Karena Pandemi, Apa Saja yang Dilarang di Olimpiade Tokyo 2020?

Karena pandemi sekarang ini, apa yang berubah di Olimpiade Tokyo 2020? Ajang ini akan dibuka Jumat 23 Juli 2021. Tapi Rabu hari ini sudah ada cabor yang menggelar pertandingan, yaitu softball putri dan sepak bola putri.

Pesta olahraga empat tahunan ini sudah tertunda sekitar 16 bulan. Semua karena pandemi corona.

Tentu saja penyelenggaraan Tokyo 2020 akan berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya. Protokol kesehatan demi menjamin keselamatan dan kesejahteraan atlet, tetap dijaga dan dilaksanakan.

Terus apa yang akan berbeda dari Olimpiade Tokyo 2020 dari semua edisi sebelumnya? Berikut rangkumannya:

PEMBUKAAN MINIMALIS

Selalu pembukaan Olimpiade menjadi acara yang penuh prestise. Setiap tuan rumah berlomba menampilkan ucapa pembukaan yang tidak akan pernah terlupakan.

Tapi di Tokyo 2020 ini semua serbaminimalis. Penyelenggara menanamkan prinsip sederhana dan terkendali. Semua demi mengurangi risiko penularan COVID-19.

Baca Juga: Atlet SEA Games 2021 Wajib Karantina

Koreografi bakal sederhana, tamu undangan mungkin paling banyak 1.000, dan tribune penonton bakal kosong. Penyelenggara memilih jalan sederhana untuk menghormati korban COVID-19 sekarang, lalu gempa, tsunami, dan bencana nuklir pada 2011.

TIDAK ADA CIUMAN DAN GIGITAN MEDALI

Sudah jadi kebiasaan atlet saat mendapatkan medali, lalu mencium dan menggigitnya saat berfoto. Tapi di Tokyo 2020 hal itu mustahil dilakukan.

Karena dalam protokol kesehatan penyerahan medali, atlet harus memakai masker. Mereka pun mengambil sendiri medalinya. Kemudian tidak ada selfie. Para peraih medali pun wajib jaga jarak minimal 2 meter.

Kalau sudah seperti itu mau ngapain lagi? Atlet penerima medali hanya akan mengikuti lagu kebangsaan saja.

TIDAK BOLEH BERSORAK

Pertandingan identik dengan sorak sorai. Karena itu adalah suatu bentuk dukungan atau mencari semangat. Termasuk atlet yang berteriak-teriak.

Tapi semua itu akan dilarang saat Tokyo 2020. Sudah pasti di stadion tidak ada sorakan penonton, karena digelar tertutup. Nah potensi terjadi sorakan hanya diantara atlet dan ofisial.

Baca Juga: Bursa Transfer PUBG Mobile Indonesia Telah Dibuka

Panitia sudah dan akan terus mengingatkan tidak boleh bersorak-sorak. Karena itu dianggap berpotensi terjadi droplet. Gantinya boleh dengan tepuk tangan.

TES VIRUS SETIAP HARI

Seluruh atlet dan ofisial harus menjalani tes virus setiap hari. Kemudian juga menghindari kontak dengan orang positif COVID-19.

Pelukan, jabat tangan, tos, semuanya tidak dianjurkan. Tapi soal tiga hal ini jadi agak mengurangi kemungkinan kontroversi, seperti judoka Mesir El Shehaby menolak jabat tangan dengan Os Sasson dari Israel di Olimpiade Rio 2016.

El Shehaby ketika itu dicemooh banyak orang. Kemudian diskors tidak boleh turun di Olimpiade Tokyo 2020. Terus juga dipulangkan dari Rio 2016.

MELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN? AKREDITASI DICABUT

Di Tokyo 2020 semua atlet, media, ofisial, dan semua pemilik akreditasi harus menjalankan semua protokol kesehatan. Kalau sampai ada yang bandel, akreditasi langsung dicabut.

Setelah dicabut akreditasinya, otomatis didiskualifikasi dari Olimpiade Tokyo 2020. Bahkan bisa langsung dideportasi dari Jepang.***

Sumber: Japan Today

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button