Olympic

Kondom Gratis PON Papua 2021 yang Jadi Kontroversi

Gagasan kondom gratis PON Papua 2021 jadi kontroversi. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bereaksi atas hal yang kemudian banyak diperbincangkan publik.

Nantinya semua atlet yang ikut serta dalam ajang itu akan diberikan. Gagasan yang muncul karena adanya permintaan dari Pemerintah Kota Jayapura.

Baca juga: Alasan Masyarakat Area Venue Wajib Vaksin COVID-19

Usulan kondom gratis PON Papua 2021 ini rupanya sudah muncul sejak tahun lalu. Dinas Kesehatan Kota Jayapura merujuk angka HIV/AIDS Provinsi Papua yang ada di urutan ketiga nasional.

Menurut data pada 29 Mei 2020, total kasus HIV/AIDS di Bumi Cendrawasih sudah mencapai 60.606. Inilah yang menjadi dasar permintaan.

Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto menilai rencana ini bisa menimbulkan polemik. Pihaknya pun belum pernah menerima usulan secara tertulis.

“Saya belum mendengar itu dan belum pernah ada permintaan tertulis. Cuma permintaan itu terkesan tidak lazim,” kata Gatot.

Gatot merujuk kepada penyelenggaraan ajang lebih besar lagi yang ada di bawah naungan Komite Internasional Olimpiade (IOC). Tidak pernah ada gagasan seperti itu.

“Di Olimpiade saja pihak IOC (Intenational Olympic Committee) dan panitia penyelenggara dari sisi etis tidak pernah berani men-declare karena dianggap masalah pribadi. Itu notabene di negara barat. Apalagi di orang timur. Hal tersebut dianggap tidak lazim. Seandainya ada, itu urusan pribadi masing-masing.”

“Yang kedua, itu pasti menimbulkan reaksi yang berlebihan nanti. Dianggap pemerintah khususnya, meskipun PB PON ada di sana (Papua), memfasilitasi untuk hal-hal yang kurang santun. Jadi saya tidak setuju. Clear, saya tegas sekali tidak setuju.”

Sumber foto: Laman resmi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button