Sepakbola

Kucuran Rp60 Triliun untuk European Super League dari Perusahaan Amerika Serikat

Kontroversi digagasnya European Super League terus bergulir. 12 tim yang menjadi inisiator utama mendapat banyak kecaman, termasuk FIFA.

Presiden FIFA, Gianni Infantino menyampaikan peringatan kepada 12 tim yang sudah siap untuk menjalani European Super League. Mereka diminta menentukan mau tetap bersama FIFA dan UEFA atau memisahkan diri.

“Kami sangat tidak menyetujui pembentukan Super League yang merupakan ajang tertutup, yang memisahkan diri dari institusi saat ini,” kata Infantino.

“Jika mereka memilih untuk mengambil jalan sendiri, maka mereka harus hidup dengan konsekuensi pilihan mereka dan bertanggung jawab atas pilihannya,” imbuhnya.

12 tim papan atas Eropa menggagas European Super League bukannya tanpa alasan. Karena ada iming-iming hadiah besar di sana.

Enam raksasa Premier League yakni Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Arsenal, ditambah tiga wakil Serie A, Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, serta wakil Real madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid dari LaLiga melihat keuntungan besar.

Bagaimana tidak, mereka yang menjadi juara bisa mendapatkan uang Rp7 triliun. Jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan Liga Champons sebesar Rp2,1 triliun.

Dari mana uang sebanyak itu bisa didapatkan? Salah satu sumbernya adalah JPMorgan Chase & Co. Perusahaan perbankan asal Amerika Serikat itu disebut-sebut siap menggelontorkan dana mencapai Rp60 triliun untuk European Super League.

Sumber foto: FIFA.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button