Esport

Match Fixing Dota 2, Omega Esports Kena Sanksi

Match fixing Dota 2 kembali terjadi. Kali ini melibatkan tim asal Filipina, Omega Esports. Mereka mendapat sanksi tegas tidak boleh lagi terlibat dalam kejuaraan yang diselenggarakan oleh Valve.

Omega Esports langsung dicoret dari kejuaraan DPC 2022 Tour Division I Regional League. Sebab, para pemainnya telah dipastikan terlibat dalam upaya mengatur hasil pertandingan.

Baca juga: Pro Player DOTA Indonesia Xepher: Mama Aku di TI

Sebelum DPC 2022 Tour Division I Regional League dimulai, pihak Valve melakukan penyelidikan terkait adanya upaya match fixing Dota 2. Dan dari sana ditemukan ada mantan pemain Omega Esports dan juga yang masih aktif sekarang terlibat di dalamnya.

Tapi hasil penyelidikan tersebut belum dijelaskan secara terperinci. Kapan dan dalam kejuaraan apa Omega Esports melakukan hal itu. Yang pasti, mereka lebih dulu dicoret keikutsertaannya dalam DPC 2022 Tour Division I Regional League.

Sebagai ganti Omega Esports, tim asal Indonesia, Boom Esports yang diberi slot ke DPC 2022 Tour Division I Regional League. Sebab, dalam Upper Division DPC 2021 Season 2, mereka berhasil finis pada peringkat ketujuh.

Menanggapi hal ini, Omega Esports mengaku sama sekali belum mendapatkan salinan resmi keputusan yang dikeluarkan oleh Valve. Mereka juga menegaskan sama sekali tidak memberi ruang maaf untuk pelaku kecurangan.

Baca juga: Jadwal The International 10 Paling Baru Telah Dirilis

“Kami tidak memberi maaf kepada kecurangan atau pengaturan pertandingan di dalam organisasi ini.”

Pemain yang masuk dalam daftar sanksi adalah Hiro, Prince, Piolz, Zenki, Van, dan Cty.

Sumber foto: Twitter

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button