Sepakbola

Mengapa Formasi 4-3-3 Banyak dipakai di sepak bola modern

DI era sepak bola modern seperti sekarang, banyak pelatih memakai formasi 4-3-3. Tidak terkecuali klub dan Timnas Indonesia, kerap memakai formasi dasar seperti ini. Dengan turunannya 4-2-3-1 atau 4-3-2-1. Tergantung kebutuhan untuk lawan yang akan dihadapi.

Formasi ini juga sering dipakai klub besar di dunia. Macam Real Madrid, Chelsea, sampai Barcelona. Dari situ maka kita kerap mendengar istilah trio MSG (Messi, Suarez, Griezmann) atau BBC (Benzema, Bale, Cristiano)–saat CR7 masih memperkuat Real Madrid.

Memakai formasi 4-3-3, buat para pelatih pada dasarnya karena bisa menguasai lapangan tengah. Pasalnya dari 4-3-3 ini hanya memasang satu striker. Bahkan pernah kita dengar Barcelona di era Pep Guardiola memakai prinsip False Nine alias striker palsu.

Sudah bukan zamannya lagi, kata pelatih yang gemar memainkan 4-3-3, memakai 2 striker murni. Hal itu dianggap sebagai keputusan yang boros. Akan lebih efektif satu striker diapit para penyerang sayap, dan gelandang serang.

Setidaknya ada 3 keunggulan dari prinsip 4-3-3. Pertama adalah bisa secara cepat dan rapat dalam melakukan umpan pendek dari kaki ke kaki.

Kedua, ketika harus melepaskan umpan panjang, para pemain sudah tersedia di tiap sudut posisi bermain. Ketiga, kombinasi umpan pendek dan panjang, bakal memberi warna tersendiri dalam permainan.

Namun setiap kelebihan pasti ada kekurangan. Nah, dalam memakai formasi 4-3-3 ini, kalau tidak memiliki pemain di posisi sayap yang cepat, maka permainan tidak akan atraktif dan memicu terjadinya peluang.

Kemudian stamina pemain harus di atas rata-rata. Bisa bermain konstan selama 90 menit. Bahkan kalau sampai 120 menit saat ada perpanjang waktu dalam fase knock-out. Kalau stamina pemain pas-pasan, lebih baik memakai konsep parkir bus.

Satu lagi kekurangan dari 4-3-3 adalah rentan mengalami serangan balik. Hal ini bisa dimaklumi karena energi skuat 4-3-3 ini lebih banyak dikeluarkan untuk menyerang. Jadi ketika menghadapi serangan balik, para pemain bertahan, harus fokus. Oleng sedikit, bisa buyar.***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button