Futsal

Pemain Terbaik Concacaf Futsal Bekerja di Gudang untuk Bertahan Hidup

Ini cerita pemain terbaik Concacaf Futsal Championhsip 2021 bertahan hidup di tengah pandemi, dengan bekerja di gudang. Tapi tidak mengapa karena dari futsal dia juga dijauhkan dari masalah dan narkoba. Sebetulnya tidak hanya futsal, tetapi juga semua olahraga.

Hal itu yang membuat ayah bintang muda futsal Kosta Rika, selalu mendukung penuh pilihan anaknya terhadap olahraga ini.

Perkenalkan, namanya Milinton Tijerino. Usianya 24 tahun. Pemain Timnas Futsal Kosta Rika. Sebentar lagi bermain di Piala Dunia Futsal 2021 Lithuania.

Baca Juga: Kosta Rika Juara Concacaf Futsal 2021

Beberapa bulan lalu dia masih menghabiskan paginya dengan bekerja di sebuah gudang. Namun ketika malam tiba, pemain terbaik Concacaf futsal ini mengenakan seragam timnas futsal negaranya. Pergi berlatih dengan satu pikiran: mencapai sukses bersama Kosta Rika.

“Pada masa-masa ini (pandemi) tim futsal sangat sulit. Ada empat atau lima tim papan atas yang mampu membayar gaji, walaupun itu belum cukup untuk bertahan hidup. Anda harus pergi dan melakukan pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan,” kata Tijerino, dalam wawancara eksklusifnya kepada FIFA.

Namun Tijerino mengaku lebih beruntung daripada rekan-rekan seprofesi lainnya. Mengapa?

Baca Juga: Panama, Kosta Rika, AS, dan Guatemala Lolos ke Piala Dunia Futsal 2021

“Karena saya dapat bos yang fleksibel. Bos memberi saya waktu istirahat yang bisa diatur,” katanya.

“Saya harus dapat izin untuk bermain di turnamen atau kualifikasi, dan bos selalu mendukung saya. Dia suka futsal dan tidak mempermasalahkan kalau saya bolos kerja,” tutur Tijerino.

“Beberapa rekan satu tim harus minta federasi futsal negara bikin surat izin, buat diserahkan kepada bosnya,” ucapnya.

PUJAAN PENGGEMAR KOSTA RIKA

Tijerino memiliki tipe bermain yang terampil dan karismatik. Bakatnya menggiring bola. Itulah alasan mengapa penggemar Kosta Rika, berani bermimpi tinggi di Piala Dunia Futsal 2021.

Timnas Futsal Kosta Rika merupakan negara yang memenangi Concacaf Futsal tiga edisi berturut-turut. Dan, Tijerino adalah bagian dari sukses itu.

“Di Piala Dunia Futsal nanti kami adalah tim terkuat dari Concacaf. Kalaupun tidak jadi favorit, kami adalah underdog top,” kata Tijerino.

JATUH KE BUMI

Tijerino mengatakan keluarga selalu memberi dukungan terhadap pilihannya menekuni futsal. Alasan utamanya karena olahraga akan menjauhkan anaknya dari masalah dan narkoba.

Di usia 23 tahun atau pada 2020, Tijerino menarik minat klub-klub Prancis. Harapannya beredar di Eropa pun mengemuka.

Dia bahkan sudah sampai di Prancis. Memainkan beberapa pertandingan persahabatan. Namun seketika bumi dihantam COVID-19.

“Saat mulai merintis karier di Eropa, Pemerintah Prancis menutup semua aktivitas olahraga. Saya punya tekad besar untuk diberikan, tetapi akhirnya harus pulang. Itu adalah hal yang mengecewakan,” tutur Tijerino.***

Sumber: FIFA

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button