Futsal

Tips Aman Main Futsal, Menghindari Risiko Serangan Jantung

TIPS bermain futsal yang aman agar terhindar dari risiko serangan jantung, bisa dibaca dalam artikel ini.

Futsal adalah olahraga kompetitif. Atlet atau orang biasa yang memainkannya, butuh kondisi fisik yang prima.

Apabila fisik dan stamina tidak mendukung, jangan bermain futsal dengan tekanan yang tinggi. Kalau sekadar bermain-main biasa, oke saja.

Sebab, tidak hanya di futsal, hampir di semua cabang olahraga ada risiko bila fisik kurang mendukung, tetapi dipaksakan bermain bisa mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.

Salah satu risiko yang mengintai adalah serangan jantung. Tiba-tiba seseorang bisa mengalaminya ketika asyik bermain. Semua karena fisik yang kurang prima.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Liga Futsal Pro Belum Aman Digelar

Nah, bagaimana mendeteksi kemampuan tubuh kita bermain futsal? Supaya terhindar dari risiko serangan jantung?

Berikut ada beberapa tips yang disadur dari keterangan dr Sonny Gosal AIFO, dari Siloam Hospital Group.

Dijelaskan bahwa tanda-tanda awal kita mencapai batas berolahraga adalah berhubungan dengan tenaga, kebutuhan oksigen, dan detak jantung.

Otak kita saat berolahraga sangat membutuhkan suplai oksigen yang cukup, yang dibawa darah, kemudian dipompa jantung.

Sementara jantung memiliki kemampuan beragam bagi tiap orang. Tergantung kondisi jantung, penyakit bawaan, dan umur.

Khusus berdasar umur, rumusnya kira-kira: 220 – umur. Misal, 220 – 47 = 173, segitu lah kira-kira kita boleh memaksa jantung bekerja, 173 kali per menit.

Tapi bisa lebih hanya untuk mereka yang sangat terlatih, dan bahkan bisa kurang untuk mereka yang tidak terlatih atau jarang berlatih.

Jadi lebih baik membatasinya dengan rumus, (220 – umur) – 10. Itu untuk main aman, atau menekan risiko serangan jantung serendah mungkin.

Baca Juga: 5 Fakta Piala Dunia Futsal 2021 yang Perlu Kamu Tahu

Terus tanda-tanda jantung telah hampir sampai kemampuan maksimalnya saat berolahraga, antara lain…

o Pertama, tubuh terasa panas.

Saat mendekati batas maksimal kerja jantung.

o Kedua, sulit mengatur napas.

Sampai di sini wajib mengurangi; kecepatan gerakan kaki atau bermain power.

o Ketiga, berkunang-kunang dan atau mual.

Wajib berhenti.

o Keempat, blackout atau pingsan.

Tahap ini bisa langsung ke tahap selanjutnya.

o Kelima, jantung berhenti bekerja.

Maka hal-hal baik yang bisa dilakukan saat berolahraga adalah sebagai berikut:

o Tidak melap tubuh saat berkeringat sebelum sampai tempat istirahat/finish. Karena tubuh mengeluarkan lendir untuk mengurangi penguapan berlebih yang bisa saja terhapus saat melap tubuh. Setelah kering kita biasa menyebutnya garam.

o Selalu minum saat mulut terasa kering dan badan terasa panas secukupnya. biasanya membatasi 4-7 tegukan.

o Selalu menggunakan baju quick dry supaya pendinginan tubuh dengan penguapan keringat terus terjadi. Jika tidak menggunakan baju tersebut bisa dengan mengganti baju kering atau memeras agar baju tidak penuh dengan keringat dan menghambat angin.

o Tidak langsung duduk atau rebahan saat istirahat atau berkunang-kunang.

o Jangan memaksa diri jika sudah tidak kuat atau tidak sehat, dan jangan tinggalkan teman yang sudah mengalami kunang-kunang dan mual jika olahraga bersama.

Demikian tips main futsal yang aman, agar terhindar dari risiko serangan jantung.***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button