Esport

Tugas Brand Ambassador Esports Versi Windah Basudara

Tugas brand ambassador esports versi Windah Basudara dijelaskan ketika datang ke gaming house (GH) RRQ Hoshi. Dia diwawancara oleh dua pemain Hoshi, Alberttt dan Psychooo.

Windah membeberkan apa yang menjadi pekerjaannya. Meski belum banyak, karena baru saja bergabung dengan RRQ, tapi dasarnya dia adalah bagian dari promosi.

Baca juga: Xinnn Kembali ke MPL Indonesia Season 8

“Ini kan bisnis ya, jasa saya di sini dipakai untuk promosi,” kata Windah, dikutip dari Youtube RRQ.

Untuk lengkapnya, Windah masih menanti arahan dari tim produksi RRQ. Apa yang harus dilakukan dan bentuk materi yang ingin dieksekusi menjadi sebuah konten sebagai tugas brand ambassador.

“Program kerja pastinya ada. Tapi kan saya baru juga, jadi program kerjanya baru lewat sosial media promosinya. Masih belum terlalu banyak, tapi lihat saja ke depannya. Karena kerjanya sama tim produksi RRQ.”

Takut tak Sesuai Ekspektasi

Windah sendiri senang akhirnya bisa menjadi bagian dari RRQ. Sebuah tim besar di Indonesia dengan rekam jejak prestasi gemilang di berbagai skena profesional.

Meski begitu, dia masih menyimpan kegelisahan. Sebab, sebagai BA, tentu ekspektasi orang kepada Windah untuk mahir dalam memainkan game makin tinggi.

Sedangkan dia bukanlah sosok pemain profesional yang mahir dalam bermain. Takutnya, malah para penggemar RRQ kecewa terhadap dia.

Baca juga: Roster RRQ Hoshi di MPL Indonesia Season 8

“Bangga pasti jadi bagian dari RRQ. Salah satu tim terbesar di Indonesia karena sering juara. Tapi saya juga resah tidak bisa memenuhi ekspektasi orang. Karena mereka kan biasanya berharap kita harus jago juga,” tutur Windah.

Awal Gabung RRQ

Windah juga bercerita mengenai awal mula gabung RRQ. Andrian Pauline sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang mengajaknya. Komunikasi pertama dilakukan melalui Instagram.

Dia sempat lama membalas pesan dari pria yang akrab disapa AP tersebut. Kemudian terjalin komunikasi intensif dan akhirnya WIndah gabung dengan RRQ.

“Pak AP yang DM saya. Pertama basa-basi saja kenalan. Awalnya saya masih diamkan, karena kalau dibalas kan jadi panjang. Sedangkan waktu saya tidak banyak karena ada kerjaan. Begitu saya balas, akhirnya ditawarkan masuk, dan saya luluh juga menerima,” katanya.

Yang mengherankan lagi baginya, biasanya BA sebuah tim esports adalah perempuan. Tapi dia yang pria dan sudah berusia lumayan tua malah ditawarkan.

“BA kan biasanya cewek cakep ya, tapi saya kan Om-Om ya. Mungkin orang sudah bosan ya sama cewek cakep jadi BA.”

Sumber foto: Youtube

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button