Olympic

Windy Cantika Aisah Sumbang Medali Olimpiade Tokyo untuk Indonesia

Windy Cantika Aisah berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia. Dia mendapatkannya saat turun di kelas 49 kilogram putri angkat besi, Sabtu 24 Juli 2021.

Pada angkatan snatch pertama, Windy gagal melakukannya pada berat 84 kilogram. Jumlah yang sama pada angkatan kedua juga gagal dilakukannya.

Mencoba kembali pada kesempatan berikutnya, Windy berupaya maksimal mengangkat beban seberat 84 kilogram. Dan akhirnya dia berhasil menuntaskan tugas.

Meski begitu, Windy Cantika Aisah belum bisa aman. Karena pesaingnya di kategori ini ada yang mampu mengangkat beban lebih berat pada angkatan snatch kedua.

Karena itulah Windy kemudian menaikan beban angkatannya menjadi 87 kilogram untuk yang ketiga. Pada kesempatan pertama, dia menemui kegagalan.

Nampak kekecewaan dari raut wajah Windy begitu gagal mengangkat berat 87 kilogram. Karena hasil itu membuat perjuangan perempuan berusia 19 tahun akan sangat berat di angkatan clean & jerk.

Dengan angkatan berhasil seberat 84 kilogram, Windy jadi penghuni peringkat empat snatch. Yang tertinggi ditorehkan wakil China, Hou Zhihui dengan 92 kilogram, sekaligus menjadi rekor Olimpiade.

Berhasil mencatatkan rekor baru, Hou Zhihui coba menambah beban angkatan menjadi 94 kilogram. Dan luar biasanya dia berhasil melakukannya dengan terlihat sangat mudah. Kini namanya ada dalam daftar sejarah angkat besi Olimpiade untuk kelas 49 kilogram putri.

Berada di bawah Hou Zhihui ada wakil India, Chanu Saikohom Mirabai dengan 87 kilogram. Lifter Amerika Serikat, Jourdan Elizabeth Delacruz mencatatkan 86 kilogram.

Drama Angkatan Clean & Jerk

Windy memulai angkatan clean & jerk dengan berat 103 kilogram. Dengan kepercayaan diri penuh, dia coba menuntaskan tugas. Hasilnya memuaskan, karena angkatannya berhasil.

Situasi ini memaksa Delacruz menaikkan angkatan pertama clean & jerk menjadi 108 kilogram. Karena dia tak mau kehilangan potensi medali dari Windy. Tapi, upaya wakil AS itu gagal pada kesempatan pertama.

Windy kembali memberi tekanan kepada Delacruz. Dia mengambil angkatan 108 kilogram untuk kesempatan kedua. Dan lagi-lagi dia berhasil.

Pertarungan menuju raihan medali semakin sengit antara Windy dan Delacruz. Dan wakil Indonesia dalam posisi diuntungkan, karena Delacruz gagal pada angkatan keduanya.

Masuk pada angkatan ketiga, Delacruz terlihat tenang berada di atas arena. Sayangnya, angkatan 108 kilogram ketiga tak berhasil dituntaskan.

Situasi yang menguntungkan bagi Windy, karena kini urutan ketiga atau medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 berada di tangannya. Total angkatannya 194 kilogram, karena pada kesempatan terakhir clean & jerk dia berhasil mengangkat beban 110 kilogram.

Medali emas pada kelas 49 kilogram putri ini menjadi milik Hou Zhihui. Dia menorehkan angkatan 116 kilogram pada clean & jerk. Dengan begitu, total angkatannya mencapai 210 kilogram dan jadi rekor Olimpiade. Lifter berusia 24 tahun itu jadi pemegang rekor Olimpiade untuk kategori angkatan snatch, clean & jerk, dan total keseluruhan. Luar biasa!

Sedangkan medali perak jadi milik Chanu Sikhom Mirabai. Lifter India itu mencatatkan angkatan 115 kilogram pada clean & jerk sehingga total angkatannya menjadi 202 kilogram.

Sumber foto: Vidio

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button